Documents

10 pages
146 views

Hubungan Islam dan Sains.docx

of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Hubungan Islam dan Sains Faktor-faktor Pendorong Kemajuan Sains dalam Peradaban Islam  Universalisme Keyakinan + Tujuan Hidup = Ikatan Kebersamaan Ummat Islam (Beriman kepada Allah, Melarang Berbuat Munkar, Mengajak kepada Kebaikan)  Toleransi berbagi dan menerima ilmu  Karakter pasar internasional Rihlah ilmiyah (perjalanan untuk mencari ilmu pengetahuan), menjadikan sains-teknologi di dunia Islam maju  Perhargaan terhadap sains dan saintis Al-M
Transcript
  Hubungan Islam dan Sains  Faktor-faktor Pendorong Kemajuan Sains dalam Peradaban Islam      Universalisme > Keyakinan + Tujuan Hidup = Ikatan Kebersamaan Ummat Islam (Beriman kepada Allah, Melarang Berbuat Munkar, Mengajak kepada Kebaikan)    Toleransi > berbagi dan menerima ilmu    Karakter pasar internasional > Rihlah ilmiyah (perjalanan untuk mencari ilmu  pengetahuan), menjadikan sains-teknologi di dunia Islam maju    Perhargaan terhadap sains dan saintis > Al-Makmun membangun Baitul Hikmah    Keterpaduan antara tujuan dan alat/cara > Sains dan nilai (etika atau moral) harus  berjalan bersamaan Kemunduran Sains dalam Peradaban Islam  Konflik > masa akhir kemunduran sains Islam terhadap kemunculan sains modern (Newton)    IHYA’ULUMIDDIN > menyerukan umat Islam untuk kembali meng’hidup’kan ajaran agama    SALAH PAHAM > Larangan untuk mempelajari sains, sehingga budaya mempelajari sains ditinggalkan DAMPAK SALAH PAHAM > ketimpangan posisi ilmu DAMPAK > terpisahnya tradisi filsafat dengan tradisi pemikiran keagamaan Filsafat dan sains berada dalam satu kelompok (ilmu duniawi) > agama berada dalam kelompok lain (ilmu ukhrawi). Pengaruh sains dan teknologi pada agama  Manusia memang berbeda-beda dalam mengartikan agama dan fungsinya, menurut perspektif  pandangan masing-masing. Pertama :ada yang memandang agama sebagai factor yang terpenting bagi kohesi dan solidaritas masyarakat. Disini agama dilihat sebagai factor yang essensial dari identitas dan integrasi masyarakat. Kedua:ada yang melihat agama sebagagai factor perubahan social, atau dengan kata lain memandang agama mempunyai pengaruh yang besar dalam perubahan social. Ketiga: sekarang timbul juga pandangan terhadap agama sebagai fungsi social.agama disini mempunyai fungsi sebagai system interpretasi yang mencerminkan pemahaman diri masyarakat yang mencerminkan pemahan diri dari masyarakat dan kedudukannya serta tugasnya didalam alam semesta.  ISLAM DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI  Dalam islam,baik pandangan manusia maupun teknologi snya tidak ada masalah yang menghambat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.ada beberapa asumsi yang perlu dikemukakan dalam masalah ini : Pertama  : Al- qur’an selalu memerintahkan manusia medayagunakan akalnya semaksimal mungkin dan menyebutkan akal sebagai anugrah besar yang tidak patut di sia-siakan. Dalam surat ar-Rum:8 yang artinya: “ dan mengapa mereka memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?. Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan)yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya”.  Dalam surat Ali Imran:191 yang artinya: “(yaitu) orang  -orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : “ya tuhan kami,tiadakah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau ,maka  peliharalah kami Dari siksaan neraka”.  Dalam surat Al-hasyr:21 yang artinya: “kalau sekirany Kami menurunkan Al  - Qur’an ini kepada sebuah gunung,pasti kamu akan meklihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-  perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir”.  Juga diperintahkan mendayagunakan pengamatan,pendengaran,penalaran dan tanggung-jawab atas semuanya itu. Dalam surat Al-Isra:36 : “ dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesunghguhnya pendengara,penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan-  jawabnya”.  Dalam surat An-nahl:78 : “dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ib umu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun , dan dia member kamu pendengaran,penglihatan dan hati,agar kamu bersyukur”.  Dalam surat Al-Mukminum:78 : “dan dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran ,penglihatan dan hati.  Amat  sedikitlah kamu bersyukur”.  Yang dimaksud bersyukur dalam ayat ini ialah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan ke-Esaan Tuhan, yang dapat membawa mereka  beriman kepada Allah swt. Serta taat dan patuh kepada-Nya. Dalam surat As-Sajdah: 9 : “ katakanlah: “: Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan kamu pendengaran,penglihatan dan hati.(tetapi) amat sedikit kamu bersyukur”.    Kedua :  Al- Qur’an membuat pernyataan dalam bebnerapa bagian ayat -ayatnya bahwa bumi dan seluruh bagian langit ditundukkan (oleh allah) kepada /untuk kepentingan manusia(Al-Jatsiah : 13) malam dan siang dapat diatur sesuai dengan kepentingan manusia,artinya malam yang gelap dapat diubah menjadi terang sepertisiang dan sebaliknyasiang dapat diubah menjadi gelap,matahari dan bulan dapat dimanfaatkan sumberdayanya (An-Nahl:12). Sungai-sungai dapat dikendalikan dan dimanfaatkan potensinya (Ibrahim : 32),lautan dengan segala kekayaannya ,dari bahan makanan (ikan) sampai bahan perhiasan (mutiara) akan dapat diekspoloitasi manusia (An-Nahl : 14). Ketiga:  Narasi Al- Qur’an berulangkali menyebut kemajuan budaya manusia dengan kemampuan teknologinya. Gunung-gunung dapat dikendalikan,burung-burung dapat dijinakkan,besi-besi dapat dilunakkan (diproduksi dalam berbagai macam bentuk), cairan baja merupakan bahan yang sangat potensial dalam membuat bendungan raksasa,seperti terkandung dalam surat Saba’:10 :   “ dan sewsungguhnya telah kami berikan kepada daud kurnia dari Kami, (Kami berfirman): “hai  gunung-gunung dan burung-burung bertasbilah berulang- ulang bersama daud”,dan kami telah melunakkan besi untuk- nya”.   “Berilah aku potongan -potongan besi. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu)” Hin  gga apabila besi itu sudah menjadi (merah sperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan keatas besi panas itu ” (Q.S Al  -Kahfi:96)   Keempat:  Disamping itu, Al- Qur’an juga mengingatkan, bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk menyalahgunakan kemapuan-kemampuan, menyimpangkan dari tujuan teknologiyang dikuasainya, memiliki keserakahan eksploitatif dalam mengejar kekayaan alam sehingga merusak eko-sistem dan mencemari kesehatan dan kelestarian lingkungan. Al-Quran melarang sikap yang menghancurkan diri seperti yang demikian itu, hal ini diungkapkan Al- Qur’an dalam surat Al - Baqarah:195 yang artinya “  Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan  Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang- orang yang berbuat baik”  Kerusakan lingkungan baik didaratan maupun lautan memang akibat kesembronoan manusia yang drmikian ini diungkapkam oleh Al- Qur’an dalam surat Ar  -Rum:41 yang artinya “Telah  Nampak kerusakan didaratan dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya  Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar ”  Dari keterangan-keterangan tersebut dapat diambil kesimpulan  bahwa: “Islam tidak menghambat  perkembangan kemajuan teknologi, sebab teknologi yang maju akan memberikan kesanggupan kepada manusia menunaikan tugas sebagai khalifah tuhan di bumi. Dan manusia telah debekali oleh Allah kemampuan untuk itu hanya saja islam mengingatkan agar manusia jangan salah arah dan salah guna, sebab akibatnya akan merugikan bahkan menghancurkan kehidupan manusia itu sendiri”   Keterkaitan Islam dan Sains Informatika  Keterkaitan Islam dan Sains Informatika menurut anggota kelompok kami:   Keterkaitan Agama dengan sains Informatika sulit untuk diexplor dibandingkan dengan sains-sains yang lain, di sini kita sebagai mahasiswa teknik Informatika harus mempunyai peranan yaitu untuk membuat program dan lain sebagai yang terkait dengan ilmu yang kita peroleh dari  prodi kami Informatika dan yang akan didasari dengan nilai-nilai Islam apalagi kita sebagai mahasiswa di PTN Islam, yang pastinya akan diintegrasi-interkoneksikan dengan keberadaan kita sebagai manusia yang selalu beramal untuk tujuan di dunia dan akhirat. Untuk itu kita sebagai mahasiswa informatika, untuk mengembangkan hasil karya kita sepertiprogram dan lain sebagainya harus dengan pikiran, logika, dan didasari dengan nilai dan norma beragam yang baik dan memiliki kecerdasan dalam pembuatan hasil karya tersebut. Yang harus dimiliki oleh para programmer adalah harus menanamkan sikap taqwa dan akhlak serta menefaskan kebenaran sehingga terbentuklah manusia yang berpribadi saintis informatika islami. Dengan demikian, saintis informatika harus mendasarkanpada metode pendidikan agama saling keterkaitan yaitu harus dimiliki setiap programmer, yaitu mempunyai penerapan prinsip- prinsip spiritual, pendidikan dalam menyediakan kondisi yang mendasarkan pada agama, serta mengarahkan kegiatan belajar untuk memperoleh seperangkat ilmu pengetahuan yang memiliki keterampilan sikap serta nilai-nilai yang mengakibatkan perubahan tingkah laku maupun  pertumbuhan sebagai pribadi yang mendasari kepada ajaran agama. Strategi Pengembangan Sains-Teknologi di Dunia Islam Masa Kini dan Mendatang  Dalam strategi ini muncul Penciptaan paradigma baru tentang sains-teknologi dan Kebijakan  pemerintah yang pro pengembangan sains-teknologi Paradigma baru tentang sains-teknologi      Paradigma yang dimaksud adalah cara pandang terhadap sains-teknologi    Studi sains-teknologi menjadi bagian dari studi Islam (ontologi, epistemologi, dan aksiologi)    Paradigma ini tidak lagi memisahkan sains-teknologi dalam posisi yang diametral dengan agama, tetapi sains-teknologi bagian dari agama. Ontologi Bahwa secara ontologis, untuk memahami Allah SWT, dapat dilakukan melalui ayat-ayat qauliyyah dan kauniyyah. Epistemologi 1.Bayani Saintis dan teknokrat muslim > harus menjadikan teks al- qur’an dan al -sunnah sebagai sumber inspirasi Al- Qur’an dan al -Sunnah tidak boleh hanya dikaji secara literal > sebab konteks ayat/hadits tentang fenomena alam yang terdapat dalam al- Qur’an dan al -Hadits cenderung menggambarkan kondisi masyarakat Arab
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x