Documents

24 pages
42 views

GAYA HIDUP SHOPAHOLIC SEBAGAI BENTUK PERILAKU KONSUMTIF PADA KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA.pdf

of 24
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
GAYA HIDUP SHOPAHOLIC SEBAGAI BENTUK PERILAKU KONSUMTIF PADA KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA RINGKASAN SKRIPSI Oleh: Rifa Dwi Styaning Anugrahati 09413241034 JURUSAN PENDIDIKAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2014 Gaya Hidup Shopaholic sebagai Bentuk perilaku Konsumtif pada Kalangan
Transcript
    GAYA HIDUP SHOPAHOLIC   SEBAGAI BENTUK PERILAKU KONSUMTIF PADA KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA RINGKASAN SKRIPSI Oleh: Rifa Dwi Styaning Anugrahati 09413241034 JURUSAN PENDIDIKAN SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2014  Gaya Hidup  Shopaholic   sebagai Bentuk perilaku Konsumtif pada Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Oleh Rifa Dwi Styaning Anugrahati dan Grendi Hendrastomo, MM. MA. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gaya hidup shopaholic  mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, faktor penyebab dan dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dijabarkan secara deskriptif dengan sumber data yang terdiri dari mahasiswa UNY yang bergaya hidup shopaholic . Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan subyek yang digunakan adalah  purposive sampling  serta teknik snowball . Subjek penelitian adalah 7 orang mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Negeri Yogyakarta. Adapun validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi sumber, serta analisis data menggunakan analisis interaktif Milles dan Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa shopaholic  diartikan sebagai sebuah kecenderungan untuk berbelanja secara kompulsif dengan frekuensi yang cukup tinggi. Mahasiswa UNY yang bergaya hidup shopaholic  menghabiskan banyak waktu untuk belanja sebagai penghilang rasa jenuh, sebagai kepuasan tersendiri dan lebih banyak bergaul dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama dalam  banyak hal. Belanja menjadi sebuah gambaran perilaku konsumtif yang sulit untuk diubah. Faktor-faktor yang menyebabkan gaya hidup shopaholic pada mahasiswa UNY antara lain yaitu: (1) gaya hidup mewah, (2) pengaruh dari keluarga, (3) iklan, (4) mengikuti trend, (5) banyaknya pusat-pusat perbelanjaan, (6) pengaruh lingkungan pergaulan. Gaya hidup shopaholic selain memberikan dampak positif,  bisa juga memberikan dampak negatif. Dampak positifnya sebagai penghilang stres dan untuk mengikuti perkembangan jaman. Sedangkan dampak negatifnya adalah terbentuknya perilaku konsumtif, boros, dan candu. Kata Kunci : Gaya hidup,  Shopaholic  , Perilaku Konsumtif     A.   PENDAHULUAN Era globalisasi merupakan perubahan global yang melanda seluruh dunia. Keadaan dunia saat ini tentunya berbeda dengan keadaan terdahulu. Perubahan tersebut sesungguhnya juga terjadi dengan pola hidup masyarakatnya di kemudian hari. Modernisasi telah banyak merubah kehidupan pada zaman ini. Perkembangan kebutuhan hidup manusia yang dipicu oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami  perubahan dari zaman ke zaman. Semakin banyaknya kebutuhan hidup manusia, semakin menuntut pula terjadinya peningkatan gaya hidup (lifestyle). Gaya hidup merupakan ciri sebuah dunia modern, atau yang  biasa juga disebut modernitas (Chaney, 2003:40). Pola hidup yang dianggap mengkhawatirkan adalah, pola hidup konsumtif yang meninggalkan pola hidup produktif. Konsumtif biasanya digunakan untuk menujuk pada perilaku konsumen yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari nilai produksinya untuk barang dan jasa yang  bukan menjadi kebutuhan pokok (Tambunan, 2007). Remaja wanita membelanjakan uangnya lebih banyak untuk keperluan penampilan seperti  pakaian, kosmetik, aksesoris, dan sepatu. Kondisi pasar yang lebih banyak ditujukan untuk wanita dan kecenderungan wanita lebih mudah dipengaruhi mendorong wanita lebih konsumtif daripada pria. Perilaku komsumtif sebagian besar dilakukan kaum wanita. Wanita mempunyai kecenderungan lebih besar untuk berperilaku konsumtif dibandingkan pria. Hal ini disebabkan konsumen wanita cenderung lebih emosional, sedang konsumen pria lebih nalar. Wanita sering menggunakan emosinya dalam  berbelanja. Kalau emosi sudah menjadi raja sementara keinginan begitu  banyak, maka yang terjadi adalah mereka akan jadi pembeli yang royal. Di Indonesia khususnya di daerah Yogyakarta, banyak sekali terdapat universitas ternama, dimana mahasiswanya berasal dari penjuru negeri. Salah satu universitas yang ada di Yogyakarta adalah Universitas  Negeri Yogyakarta. Mahasiswa yang menuntut ilmu di UNY datang dari  berbagai daerah. Faktor lingkungan memberikan peranan sangat besar  terhadap pembentukan perilaku konsumtif mahasiswa. Sehingga banyak dari para mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta yang terpengaruh untuk berperilaku konsumtif. Seseorang yang memiliki pola belanja  berlebihan yang dilakukan terus menerus dengan menghabiskan begitu  banyak cara, waktu dan uang hanya untuk membeli atau mendapatkan  barang-barang yang diinginkan namun tidak selalu dibutuhkan secara  pokok oleh dirinya, biasa disebut dengan “shopaholic”. Shopaholic  adalah seseorang yang tidak mampu menahan keinginannya untuk berbelanja dan  berbelanja sehingga menghabiskan begitu banyak waktu dan uang untuk  berbelanja meskipun barang-barang yang dibelinya tidak selalu ia  butuhkan (Oxford Expans dalam Rizka, 2007). Banyaknya para mahasiswa yang sedang belajar di Yogyakarta, tentu saja merupakan mangsa pasar tersendiri yang cukup menjanjikan,  bagi para pelaku bisnis. Sehingga tidak mengherankan bila para mahasiswa menjadi salah satu kelompok konsumen yang dijadikan target utama oleh para pelaku bisnis tersebut. Gaya hidup shopaholic pada mahasiswa UNY dapat dilihat dari segi penampilan serta cara bergaulnya. Mahasiswa yang memiliki gaya hidup shopaholic selalu berpenampilan menarik, mengenakan fashion bermerk, mengikuti perkembangan jaman dengan sangat cepat, serta memiliki standart hidup menengah ke atas. Penelitian ini dirasa penting oleh peneliti karena peneliti ingin melihat bagaimana gaya hidup  shopaholic  di kalangan mahasiswa, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta seberapa jauh dampak dari gaya hidup  shopaholic mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Gaya hidup  berbelanja yang berlebihan menjadikan mahasiswa berperilaku konsumtif. Berdasar latar belakang yang telah diuraikan, maka dalam penelitian ini  peneliti menarik judul “Gaya Hidup Shopaholic  sebagai Bentuk Perilaku Konsumtif pada Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. B.   KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 1.   Perilaku Konsumtif
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x