Music

11 pages
9 views

Penper-kel-2

Please download to get full document.

View again

of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Penper-kel-2
Transcript
  MAKALAH ASISTENSI PENYULUHAN PERTANIAN “KEDELAI”  DISUSUN OLEH : KELOMPOK 2 (DUA)    Aris Afero    Ending Duriah    Lambok Manogi Sinaga    Nidya Tasha    Rollis H.S Silalahi    Rofiko    Tri Puji Wijiastuti    Wika Pratiwi JURUSAN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013  I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumberdaya alam berupa lahan yang relatif cukup luas dan subur. Salah satu jenis tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah tanaman kedelai (Glysine max (L) Merril). Kedelai merupakan salah satu mata dagangan yang pasokannya di Indonesia semakin cenderung tidak dapat dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri sendiri. Sekalipun dapat ditanam dengan cara yang paling sederhana sekalipun, produktivitas dan produksinya dalam negeri hampir tidak mungkin dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat. Oleh karena itu, dalam dekade terakhir, untuk dapat memenuhi permintaan nasional yang cenderung terus meningkat, untuk tahun 1989 impor kedelainya masih di bawah 400.000 ton. Sedangkan pada tahun 1996, impor melonjak menjadi mendekati 800.000 ton, suatu peningkatan sebesar 100%. Besarnya angka impor tersebut merupakan salah satu indikator betapa besar kebutuhan kedelai untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Kegunaan kedelai untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah untuk memasok kebutuhan pokok berbagai  jenis produk olahan. Dengan memahami betapa besarnya kebutuhan kedelai untuk pasokan industri yang menghasilkan bahan pangan bagi sebagian besar penduduk Indonesia tersebut di satu sisi, sedangkan disisi lain impor cenderung meningkat, maka dalam kondisi perekonomian seperti saat-saat ini, berbagai upaya yang dapat mengarah kepada memproduksikan kedelai dalam negeri secara optimal agar negara dapat memperkecil kedelai impor, merupakan momentum yang tepat untuk menggerakan masyarakat apakah dari kalangan perbankan, perusahaan besar selaku mitra, kalangan petani, instansi terkait, dan instansi lainnya, untuk menyatu dalam suatu  pelaksanaan proyek dalam rangka meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Dalam kehidupan masyarakat kita, kedelai telah dikenal sejak lama sebagai salah satu tanaman sumber protein nabati dengan kandungan 39% - 41% yang diolah  menjadi bahan makanan, minuman serta penyedap cita rasa makanan, misalnya yang sudah sangat terkenal adalah tempe, kecap, tauco dan tauge. Bahkan diolah secara modern menjadi susu dan minuman sari kedelai yang dikemas dalam karton khusus atau botolan. Selain itu kedelai juga berperan penting dalam beberapa kegiatan industri hingga peternakan. Sebagai bahan makanan kedelai sangat berkhasiat bagi pertumbuhan dan menjaga kondisi sel-sel tubuh. Kedelai banyak mengandung unsur dan zat-zat makanan penting seperti protein, lemak, karbohidrat dan sebagainya. Selain bijinya, dari tanaman kedelai ini beberapa bagian dari tanaman juga berguna untuk usaha  peternakan, misalnya dari daun dan batangnya dapat digunakan untuk makanan ternak dan pupuk hijau. Sedangkan dari kacang kedelainya, selain untuk bahan baku seperti telah disebutkan di atas, juga dapat dikembangkan beberapa cabang yang dapat diolah lebih lanjut. Untuk cabang “protein kedelai” dapat diolah menjadi bahan industri makanan (seperti susu, vetsin, kue, dll) dan industri non-makanan (seperti kertas, cat air, tinta cetak dll). 1.2. RUMUSAN MASALAH 1.   Mengapa kebutuhan kedelai lokal Indonesia selalu tidak tercukupi? 2.   Bagaimana pemasaran kedelai di Indonesia? 3.   Bagaimana peran PPL dalam meningkatkan produktivitas kedelai ? 1.3. TUJUAN DAN MANFAAT 1.3.1 Tujuan 1.   Untuk mengetahui kebutuhan kedelai lokal Indonesia yang selalu tidak tercukupi. 2.   Untuk mengetahui pemasaran kedelai di Indonesia. 3.   Untuk mengetahui peran PPL dalam meningkatkan produktivitas kedelai.  1.3.2 Manfaat 1. mengetahui penyebab kebutuhan kedelai lokal Indonesia yang selalu tidak tercukupi 2. mengetahui bentuk pemasaran kedelai di Indonesia 3. mengetahui peran PPL dalam meningkatkan produktivitas kedelai   II. TINJAUAN PUSTAKA Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi    protein   nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhan kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman   tropis   sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan   Cina.   Pemuliaan   serta   domestikasi    belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat   fotosensitif    kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok  bagi Indonesia.(Nunu Kardilah,2013) Ketergantungan terhadap kedelai impor sangat memprihatinkan, karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai.(Nunu Kardilah,2013) Indonesia merupakan negara yang banyak sumber karbohidrat dan proteinnya yang beragam dan dapat dimanfaatkan dengan baik. Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak sumber protein misalnya kedelai yang merupakan komoditas  pangan yang strategis, sehingga upaya berswasembada tidak hanya untuk pangan saja, akan tetapi dapat mendukung agroindustri dan menghemat devisa dan mengurangi ketergantungan impor. (Rizki Susan, 2011) Pemerintah sebaiknya dapat mengambil langkah yang serius agar kenaikan harga kedelai ini tidak menyebabkan ketergantungan terhadap bahan pangan impor. Pemerintah dapat menggunakan cara berswasembada dengan menghemat devisa , karena jika harga dunia melonjak akibat stok turun dan jumlah kebutuhan manusia relative lebih besar dibanding jumlah produksinya dan diperparah dengan masuknya kedelai impor dari AS yang bebas bea masuk, maka petani di Indonesia tidak mampu  bersaing. Kenaikan kedelai juga akan mengakibatkan jumlah masyarakat akan mengalami gizi buruk, terlebih lagi bagi masyarakat tidak mampu. Dan jika dibiarkan dalam jangka panjang Indonesia akan menghasilkan negara yang  pertumbuhan fisik dan kecerdasannya memburuk. (Rizki Susan, 2011) Menurut pantauan VIVAnews di Pasar Kramat Jati, meski harga kedelai mengalami kenaikan, namun pedagang tidak banyak menaikkan harga kedelai. Para
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x