Documents

8 pages
68 views

Konsep Dan Model Pengembangan Ninda

Please download to get full document.

View again

of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
hhhh
Transcript
  KONSEP DAN MODEL PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK Beberapa Profil Pertanian Organik Sampai saat ini tampaknya belum ada konsep yang jelas tentang sistem pertanian organik yang ideal. Namun demikian praktek -praktek pertanian organik telah tumbuh dan berkembang pada beberapa daerah di Indonesia dan beberapa lokasi di Bali. Sistem pertanian organik yang berkembang saat ini ada yang mengacu pada (1) pendekatan sistem pertanian tradisional yang hanya bertumpu pada teknologi sederhana termasuk bahan-bahan organik. (2) sistem pertanian yang masukannya berasal dari bahan organik seperti pupuk organik,pestisida organik dan bahan-bahan organik lainnya. Model SPO pertama dan kedua masih merupakan rintisan dan pencarian bentuk terutama di daerah-daerah potensial. Oleh karena itu, peluang pasar bagi produk-produknya masih belum jelas (3) sistem pertanian campuran yang melibatkan berbagai sistem usaha tani yang memproduksi bahan organik (seperti peternakan, dan perikanan) dan mikroorganisme  pengurai (seperti cacing) untuk menghasilkan pupuk guna mendukung sistem produksinya secara berkelanjutan. SPO yang ketiga telah dirancang sebagai agroindustri dengan pasar yang sudah jelas dan biasanya dengan unit pengelolaan yang relatif luas. Sistem tersebut juga telah melihat struktur dan fungsi sistem-sistem pertanian seperti sistem hama/penyakit, sistem 1)Materi Disampaikan dalam Seminar Regional PERTANIAN ORGANIK DAN PROSPEK PENGEMBANGANNYA DI BALI,dalam rangka HUT XXXIV dan BK XXIII Fakultas Pertanian Unud,pada tanggal 30 Agustus 2001 yang diselenggarakan oleh IKAYANA Komisariat Pertanian dan FP-UNUD di Auditorium Unud, Denpasar.8pertanaman, sistem usahatani, dan sistem pertanian dalam rangka efisiensi penggunaan masukkan untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas secara berkelanjutan. Konsep pertanian organik.Pertanian organik secara sempit mengindikasikan suatu proses produksi yang mendasarkan sumbernya dari komponen-komponen organik. Komponen-komponen organik tersebut antara lain berasal dari tanaman (segar dan atau lapuk), mikrooraganisme, atau bahan nonsintetis lainnya. Berdasarkan batasan tersebut, komponen produksi yang termaktub merupakan bahan-bahan yang dapat atau mampu memperbaharui dirinya sendiri (renewable resources), sehingga sistem produksi dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Sistem pertanian o rganik yang mendasarkan komponennya dari bahan -  bahan organik menghendaki keragaman komponen yang mampu meningkatkan keragaman fungsi di dalam ekosistem untuk menghasilkan produksi. Keragaman yang dimaksud adalah berbagai komponen hidup dengan berbagai ling kungan hidupnya (biotik dan abiotik) berinteraksi satu dengan lainnya untuk memberikan kontribusi secara fungsional dan proforsional terhadap ekosistem yang dihuni. Berbagai komponen tersebut dapat berasal dari ekosistem tanah seperti (1) flora dan fauna tanah yang berfungsi sebagai pabrik hara melalui proses dekomposisi  berbagai bahan organik yang ada atau masuk ke dalam tanah; (2) tumbuhan dan tanaman yang merupakan habitat dan relung dari berbagai jenis mahluk hidup pemakan tumbuhan; (3) hewan dari be  rbagai tingkatan tropik yang juga merupakan habitat dan atau relung serta sumber pakan bagi makluk hidup lainnya termasuk manusia; dan (4) manusia sebagai pengelola dan konsumen utama dari berbagai komponen ekosistem tersebut. Oleh karena itu sistem per tanian organik mensyaratkan adanya (1) kemantapan ekologis untuk menjamin berlangsungnya kehidupan semua komponen secara seimbang dan berkelanjutan. (2) kemantapan ekonomi untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dan keberlanjutan usaha tani yang dikembangkan (3 ) kemantapan sosial untuk menjamin konsistensi dan kemapanan usaha yang berbasis pada pola organik. (4) Kemantapan konsep yang mampu meyakinkan pihak terkait untuk memberi dukungan yang kuat terhadap pengembangan SPO dalam hal fasilitas produksi, teknolog i, insentif maupun peluang pasar bagi produk -  produk yang dihasilkan oleh sistem pertanian tersebut. Untuk mengkondisikan berbagai bentuk kemantapan tersebut pertanian organik harus dikelola melalui pendekatan ekosentris yang mengoptimalkan berfungsinya s umberdaya setempat dan komponen ekosistem lokal sebagai masukan utama. Penggunaan sumberdaya lokal terutama yang mampu memperbaharui diri dan komponen - komponen non sentetis lainnya yang dapat dikembangkan pada kondisi ----------------------------------------- 1) Materi Disampaikan dalam Seminar Regional P ERTANIAN O RGANIK DAN P ROSPEK P ENGEMBANGANNYA DI B ALI , dalam rangka HUT XXXIV dan BK XXIII Fakultas Pertanian Unud,  pada tanggal 30 Agustus 2001 yang  diselenggarakan oleh IKAYANA Komisariat Pertanian dan FP - UNUD di Auditorium Unud, Denpasar. 9 setempat harus diutamakan. Prioritas  pemanfaatan tersebut dimaksudkan untuk menekan biaya dan berbagai bentuk kehilangan seperti unsur hara, biomassa dan energi  potensial setempat yang jika tidak dimanfaatkan, akan menumpuk banyak dan menjadi  bahan pencemar bagi lingkungannya. Secara seder hana dapat disimpulkan bahwa prinsip dasar pelaksanaan SPO tersebut adalah (1) membangun ekosistem yang sehat melalui (a) pemberdayaan sumberdaya alami; (b) meniadakan penggunaan bahan -  bahan sintetis berbahaya seperti  pupuk dan pestisida termasuk hormon p engatur tumbuh tanaman. (c) pengolahan tanah yang minim sesuai dengan kondisi dan sifat tanah, (d) peningkatan deversitas ekosistem melalui teknik - teknik multikultur guna meningkatkan stabilitas dan kemantapan sistem hubungan di dalam ekosistem tanaman. (e ) pergiliran tanaman untuk menjaga keseimbangan sistem masukan dan luaran (hara) di dalam ekosistem tanah dan memutus siklus hidup berbagai jenis hama atau patogen yang berasosiasi dengan ekosistem tanaman tersebut. (2) membangun sistem pengambilan keputus an yang  bersendi pada hasil alalisis berbagai sistem yang ada di dalam agroekosistem sesuai dengan sasaran produk yang dituju (permintaan pasar) untuk menjamin efisiensi usaha secara berkelanjutan. Sistem pertanian organik (SPO). SPO merupakan suatu ko nsep lentur yang dapat diadaptasikan dalam kondisi kekinian. Oleh karena itu sistem yang tergambar dalam sistem pertanian lain hendaknya dapat dijadikan model dalam SPO yang hasilnya diharapkan mampu menangkap peluang dan memenuhi tuntutan pasar yang berke mbang saat ini. Ada empat sistem yang mempengaruhi pengembangan SPO dari sudut  pandang pengambilan keputusan pemasukkan sarana produksi (pengendalian hama dan  penyakit penting) (Gambar 1) yaitu: Sistem Pertanian Sistem Usahatani Si stem Pertanaman Sistem Hama/Penyakit Tanaman Gambar 1. Struktur dan fungsi berberapa sistem di dalam proses pengambilan keputusan  pemasukan input atau tindakan dalam SPO. (1) sistem hama/penyakit (  pathosystem  ). Sistem tersebut menggambarkan pola inte raksi antara hama dan atau patogen penyebab penyakit dengan individu tanaman. Dari pola hubungan tersebut akan terlihat kemampuan hama/patogen merusak tanaman atau kemampuan tanaman mengkompensasi kerusakan tersebut. Berdasarkan informasi ----------------------------------------- 1) Materi Disampaikan dalam Seminar Regional P ERTANIAN O RGANIK DAN P ROSPEK P ENGEMBANGANNYA DI B ALI , dalam rangka HUT XXXIV dan BK XXIII Fakultas Pertanian Unud,  pada tanggal 30 Agustus 2001 yang diselenggarakan oleh IKAYANA Komisariat Pertanian dan FP - UNUD di Auditorium Unud, Denpasar. 10 ekologi tersebut dapat memberi masukan cermat terhadap proses pengambilan keputusan dalam melakukan tindakan pengendalian yang cepat dan tepat terutama terhadap hama/patogen tanaman tersebut. Pemahaman itu penting untuk menentukan  perlu atau tidaknya tindakan itu dilakuka n atau penentuan teknologi (taktis) yang tepat sesuai dengan bobot masalah dan ongkos yang dikeluarkan. (2) sistem pertanaman ( cropping system ) yang mengambarkan sistem hubungan antara (OPT - Tanaman) dengan (pertanaman tunggal - antar pertanaman) lainnya. Pola hubungan tersebut akan menggambarkan (a) poisisi kemampuan OPT memanfaatkan tanaman secara tunggal dan populasi di dalam hamparan sebagai relung yang efektif untuk kelangsungan hidupnya. (b) kemampuan tanaman mendukung keberadaan OPT tersebut. Haru s dicermati apakah kampuan daya dukung masih berada dalam kisaran toleransi tanaman atau telah melampui ambang ekonomi. (c) Apakah kondisi serangan itu hanya ada pada pertanaman tunggal atau menyebar ke pertanaman lain. Informasi itu  penting dalam rangka  penentuan status OPT sebagai hama/penyakit potensial atau
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x