Real Estate

7 pages
5 views

FAKTOR-FAKTOR HABITAT YANG MEMPENGARUHI POPULASI CUCAK KUTILANG (Pycnonotus aurigaster) DI HUTAN PENDIDIKAN WANAGAMA I

Please download to get full document.

View again

of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
FAKTOR-FAKTOR HABITAT YANG MEMPENGARUHI POPULASI CUCAK KUTILANG (Pycnonotus aurigaster) DI HUTAN PENDIDIKAN WANAGAMA I
Transcript
  FAKTOR-FAKTOR HABITAT YANG MEMPENGARUHI POPULASI CUCAK KUTILANG ( Pycnonotus aurigaster  ) DI HUTAN PENDIDIKAN WANAGAMA I Oleh : Ryan Hendrich Dharma Wijaya Intisari Hutan Pendidikan Wanagama I menjadi salah satu habitat yang cocok bagi berbagai jenis  burung salah satunya ialah Burung Cucak Kutilang (  Pycnonotus   aurigaster  ) yang menjadi jenis  burung dominan di kawasan tersebut. Habitat yang sesuai bagi satwa liar didukung oleh faktor-faktor habitat (faktor abiotik dan faktor biotik) yang ada dalam kawasan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor-faktor habitat yang mempengaruhi populasi Kutilang di Hutan Pendidikan Wanagama I. Metode pengambilan data dilakukan dengan  point count   sebanyak 15 titik dalam setiap  petak dengan jarak antar titik 200 m dan radius pengamatan 50 meter. Data yang diambil ialah  jumlah burung Kutilang. Dalam setiap  point count   dikombinasikan dengan  protocol sampling dan nested sampling  . Data yang diambil ialah faktor abiotik (suhu, kelembaban, kelerengan,  jdsa) dan faktor biotik (struktur vegetasi). Data yang didapat dianalisis menggunakan analisis regresi dengan bantuan Software R Statistik  . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 111 burung Kutilang tersebar di Hutan Pendidikan Wanagama I. Dan dari hasil analisis diketahui bahwa kerapatan tiang memiliki signifikan codes sebesar 0,001 (‘**’)  dengan nilai p-value sebesar 0,00176. Persamaan yang didapat ialah y = (1,670 ± 0,3179) + (-0,00024 ± 0,000077)x1 + (-0,0069 ± 0,09772)x2. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kerapatan tiang berpengaruh secara signifikan terhadap  populasi burung Kutilang (  Pycnonotus   aurigaster  ) di Hutan Pendidikan Wanagama I. Kata kunci : Burung Kutilang, faktor-faktor habitat, signifikan, Wanagama I.  I.   PENDAHULUAN Burung Cucak Kutilang adalah sejenis  burung pengicau dari suku  Pycnonotidae . Orang Sunda menyebutnya cangkurileng  , sedangkan orang Jawa menyebutnya  Ketilang atau Genthilang  , bunyi suaranya khas, dan memiliki nama ilmiah  Pycnonotus aurigaster (Coates dan Bishop, 2000). Burung Kutilang biasa memakan buah dan  beri, serta beberapa jenis serangga (MacKinnon, 1988). Habitat adalah suatu kawasan yang terdiri dari berbagai komponen, baik biotik maupun abiotik yang merupakan satu kesatuan dan dipergunakan sebagai tempat hidup serta berkembangbiak satwa liar (Alikodra, 1990). Burung umumnya akan  bertahan hidup di suatu tempat apabila terpenuhi suatu tuntutan hidupnya antara lain habitat yang mendukung dan aman dari gangguan (Irwanto, 2006). Kelengkapan komponen-komponen habitat mempengaruhi  jumlah dan banyaknya jenis burung di suatu kawasan (Mulyani, 1985). Faktor-faktor habitat yang menentukan keberadaan burung dapat berupa faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik berupa vegetasi yang berperan untuk menyediakan makanan, tempat untuk istirahat, kawin, bersarang, bertengger, dan  berlindung. Faktor abiotik yang dapat  berpengaruh antara lain suhu, kelembaban, dan kelerengan (  slope ). Hutan pendidikan Wanagama I terletak di desa Banaran, Kecamatan Playen, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta. Kawasan hutan Wanagama terletak di perbukitan dengan ketinggian rata-rata 120 m dpl dengan  batuan induk kapur (karst). Sejak tahun 1964, dilakukan penghijauan kembali hutan Wanagama, sekarang terdapat lebih dari 65  jenis kayu dan ratusan jenis herba (Sancayaningsih dan Margawati, 2009). Beberapa penelitian mengenai keanekaragaman burung di Wanagama I menunjukkan bahwa jenis Burung Cucak Kutilang (  Pycnonotus aurigaster  ) termasuk  burung yang dominan, dalam arti sering dijumpai dalam jumlah yang cukup besar (Yulianti, 2008). Di alam, Burung Kutilang dapat memanfaatkan semua lapisan strata vegetasi, sering mengunjungi tempat-tempat terbuka, tepi  jalan, kebun, pekarangan, semak  belukar  ,  dan hutan sekunder, sampai dengan ketinggian sekitar 1.500 mdpl (MacKinnon, 1988). Berdasarkan hasil yang ada tersebut, maka perlu dilakukan  penelitian mengenai faktor-faktor habitat yang mempengaruhi populasi Cucak Kutilang di Hutan Pendidikan Wanagama I.  Hasil dari penelitian ini diharapkan memberi informasi faktor-faktor habitat yang mempengaruhi populasi Burung Cucak Kutilang sehingga dapat digunakan sebagai  pertimbangan pengelolaan lebih lanjut di kawasan Hutan Pendidikan Wanagama I. II.   METODE PENELITIAN A.   LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian ini adalah petak 5, 6, 7, 13, 14, 16, dan 18 di Hutan Pendidikan Wanagama I, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan  pada tanggal 14 Desember 2013. B.   ALAT DAN BAHAN PENELITIAN Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah binokuler, GPS, kompas, kamera, recorder, buku identifikasi  burung, pita meter, klinometer, termohigrometer, tabung okuler, density   board  , pita meter, peta kawasan Wanagama I, alat tulis, tally sheet  , protaktor. C.   METODE PENGAMBILAN DATA Metode pengambilan data burung menggunakan teknik observasi langsung  pada titik pengamatan yang diletakkan dengan cara  systematic sampling   sebanyak 15  point count   untuk setiap petak. Jarak antar titik sejauh 200 meter dengan jari-jari lingkaran 50 meter. Pengamatan tiap distance bands dilakukan selama 10 menit. Data yang diambil adalah jumlah Burung Kutilang. Dalam setiap  point count terdapat  protocol sampling dan nested sampling  . Tiap p rotocol sampling diambil data faktor abiotik berupa suhu dan kelembaban dengan alat thermohigrometer,  slope  atau kelerengan menggunakan clinometer, dan  jarak dari sumber air dihitung dari sumber air terdekat dengan petak dari titik pusat  point count  . Metode pengambilan data vegetasi untuk mengetahui nilai kerapatan vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode nested sampling  . Sedangkan  penutupan vegetasi horisontal diambil menggunakan metode  protocol sampling. D.   METODE ANALISIS DATA Pengaruh faktor-faktor habitat terhadap populasi Burung Cucak Kutilang yang dianalisis adalah suhu, kelembaban, kelerengan, jarak dari sumber air (JDSA),  penutupan horizontal (penutupan tajuk dan tumbuhan bawah), dan kerapatan vegetasi (rapat rumput, semai dan tumbuhan bawah, sapihan, tiang, dan rapat pohon). Analisis  pengaruh faktor-faktor habitat terhadap  populasi Burung Cucak Kutilang diuji dengan bantuan  software R statistic . Dalam   penelitian ini analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi dan uji  generalized linear model  . III.   HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada petak 5, 6, 7, 13, 14, 16 dan 18 Hutan Pendidikan Wanagama I ditemukan sebanyak 111 ekor Burung Cucak Kutilang (  Pycnonotus aurigaster) . Menurut MacKinnon (1988) Burung Kutilang yang termasuk dalam familia  Pycnonotidae  merupakan jenis burung  pemakan buah-buahan atau  fructivorous dan  beberapa jenis serangga . Dengan banyaknya  jumlah Burung Cucak Kutilang yang  berhasil ditemukan menandakan bahwa Hutan Pendidikan Wanagama I mampu menyediakan suplai makananan dan memiliki habitat yang sesuai atau dengan kata lain dalam kawasan terdapat tumbuhan  penghasil buah-buahan dan terdapat serangga. Hal ini sesuai dengan pendapat Dewi (2005) yang menyatakan bahwa satwa yang dijumpai dalam habitat, termasuk  jumlah jenis burung yang ada, ditentukan oleh kemampuan habitat tersebut untuk mendukung kehidupannya. Habitat yang sesuai didukung oleh faktor-faktor habitat yang turut berpengaruh terhadap populasi Burung Cucak Kutilang di Hutan Wanagama I. Oleh karena itu, untuk melihat faktor-faktor habitat yang  berpengaruh secara signifikan dilakukan analisis regresi dengan bantuan Software R Statistic dengan menggunakan jumlah Burung Cucak Kutilang sebagai variabel dependent   dan dan variabel lain meliputi suhu, kelembaban, jarak dari sumber air, kerapatan rumput, kerapatan tumbuhan  bawah, kerapatan tiang, kerapatan pohon,  penutupan tumbuhan bawah, dan penutupan tajuk sebagai variabel independent  . Data yang dianalisis seluruhnya setelah dilakukan uji normalitas ternyata memiliki nilai signifikansi < 0,05 yang artinya data distribusi tidak normal sehingga selanjutnya melakukan analisis regresi dengan  generalized linear model. Dan didapat hasil analisis regresi sebagai berikut :  Gambar 1. Analisis regresi dengan Generalized Linear Model Dari tampilan hasil analisis diatas, diketahui bahwa faktor-faktor habitat yang  berpengaruh signifikan terhadap populasi Burung Cucak Kutilang (  Pycnonotus aurigaster  ) di Hutan Pendidikan Wanagama I adalah kerapatan tiang yang memiliki nilai signifikansi 0,001 (‘**’)  (Gambar 1.). Hasil analisis dikatakan signifikan apabila p-value / Pr(>|t|) bernilai kurang dari 0,05. Penutupan bawah memiliki pengaruh juga dengan nilai signifikansi 0,05 (‘.’) yaitu nilai Pr(>|t|) sebesar 0,09772. Nilai p-value  penutupan bawah lebih kecil dibandingkan dengan kerapatan tiang yang memiliki nilai Pr(>|t|) sebesar 0,00176 sehingga kerapatan tiang lebih berpengaruh signifikan. Didapat pula persamaan hasil analisis yaitu : Y = (1,670 ± 0,3179) + (-0,00024 ± (,000077) X1 + (-0,0069 ± 0,09772) X2 . Dimana: Y = Jumlah Burung Cucak Kutilang (variabel dependent) X1 = Kerapatan Tiang (variabel independent) X2 = Penutupan Bawah (variabel independent  ) Dari persamaan diatas memiliki kerapatan tiang bernilai negatif (-0,00024). Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kerapatan tiang yang berbanding terbalik dengan populasi Burung Cucak Kutilang artinya semakin tinggi kerapatan tiang maka semakin rendah populasi Burung Cucak Kutilang di Hutan Pendidikan Wanagama I dan sebaliknya. Begitu pula dengan nilai persamaan penutupan bawah yang bernilai negatif (-0,0069). Gambar 2. Grafik coplot kerapatan tiang dengan bantuan Software R Statistik Berdasarkan grafik coplot diatas (Gambar 2.) dapat diketahui bahwa kerapatan tiang berpengaruh signifikan terdapat pada kerapatan tiang 500  –   700 individu/Ha terhadap jumlah Burung Cucak Kutilang di Hutan Pendidikan Wanagama I.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x