Documents

7 pages
104 views

6. Report on the Assessment of Educational System in NTT NTB - Indonesian

Please download to get full document.

View again

of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
Babw22
Transcript
  1 Akadami Keperawatan Ngudi Waluyo   LAPORAN KASUS PENGELOLAAN NYERI PADA Tn. A DENGAN POST HEMOROIDDEKTOMI DI RUANG MELATI RSUD AMBARAWA Septa Ardana*,Joyo Minardo**, Tri Susilo*** ABSTRAK   Gangguan rasa nyaman yang di alami pasien harus segera diatasi agar tidak  berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Seperti nyeri pada pasien  pembedahan yang terjadi setelah efek anestesi menghilang. Pembedahan merupakan suatu kekerasan dan trauma bagi penderita, sedangkan anestesia dapat menyebabkan kelainan yang dapat menimbulkan berbagai keluhan gejala. Kelainan harus di diagnosis agar atas dasar penyebab dan patologinya dapat dilakukan pengobatan. Keluhan dan gejala yang sering dikemukakan adalah nyeri, demam, takikardi, batuk dan sesak napas, kolaps dan memburuknya keadaan umum, mual dan muntah, serta gangguan  penyembuhan luka operasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui pengolahan rasa nyaman nyeri pada pasien dengan post operasi hemoroiddektomi atas indikasi hemoroid di ruang melati RSUD Ambarawa. Metode yang digunakan adalah memberikan pengelolaan berupa perwatan pasien dalam memenuhi kebutuhan rasa nyaman nyeri. Pengelolaan rasa nyaman nyeri dilakukan selama 3 hari pada Tn. A. Tehnik pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan tehnik wawancara, pemeriksan fisik, observasi dan pemeriksaan  penunjang. Hasil pengelolaan didapatkan nyeri dapat berkurang. Tidak menyebab kan masalah komplikasi lain akibat dari ada nya nyeri pada pasien. Saran bagi perawat dirumah sakit diharapkan dapat untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam menginterprestasikan secara cermat dalam melakukan pengkajian nyeri sehingga tidak terjadi komplikasi lain. Kata Kunci : ganguan rasa nyaman nyeri Kepustakaan : 20 (2000-2014)  2 Akadami Keperawatan Ngudi Waluyo   PENDAHULUAN Di Amerika Serikat, hemoroid adalah penyakit yang cukup banyak terjadi, dimana pasien dengan umur 45 tahun yang didiagnosis hemoroid mencapai 1.294 per 100.000 jiwa (Everheart, 2004). Sebuah penelitian yang dilakukan di Iran menunjukkan sebanyak 48 persen dari pasien yang menjalani prosedur sigmoidoskopi dengan keluhan perdarahan anorektal memperlihatkan adanya hemoroid (Nikpour dan Asgari, 2008). Hemoroid penyakit yang sering dijumpai dan telah ada sejak jaman dahulu. Sepuluh juta orang di   Indonesia menderita hemoroid dengan  prevalensi lebih dari 4%. Umur rata-rata penderita hemoroid antara 45-65 tahun. Laki-laki dan perempuan merupakan resiko yang sama. Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, Jakarta tahun 2005 sekitar 39,6% mengalami hemoroid sedangkan di Rumah   Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang pada tahun 2008 terdapat 252 kasus hemoroid (Irawad, 2009). Sesuai dengan hasil studi  pendahuluan penyakit hemoroid di RSUD Ambarawa didapatkan data  bahwa pada 1 tahun terakhir sebanyak 104 pasien, hal ini menunjukkan bahwa hemoroid merupakan jenis penyakit yang cukup besar di wilayah kabupaten semarang. Pada umumnya klien hemoroid tidak mengetahui pentingnya makanan tinggi serat dan kebiasaan BAB yang tidak teratur sering mengejan saat BAB. Penyebab hemoroid antara lain kongesti, peningkatan tekanan intra abdominal misal karena adanya fibroma uteri, konstipasi, kehamilan, tumorrectum, pekerjaan yang terlalu lama duduk, penyakit hati kronik serta  pengaruh hiprtensi portal yang bisa mengakibatkan terjadinya aliran balik karena peningkatan vena portal dan sistemik (Smeltzer, 2004). Probosuseno tahun 2009 juga menjelaskan, semua orang dapat terkena wasir. Namun yang paling sering adalah multipara (pernah melahirkan anak lebih dari sekali). Insidensinya sekitar 5-35 % dari masyarakat umum dan terutama yang berusia lebih dari 25 tahun, dan jarang terjadi di bawah usia 20 tahun kecuali wanita hamil. Kesehatan dalam masyarakat sangatlah penting dalam kehidupan. Petugas kesehatan diharapkan menjadi sarana informasi dan sebagai pelayanan yang baik. Kadang masyarakat tidak sadar dalam kehidupan   sehari hari yang  3 Akadami Keperawatan Ngudi Waluyo   tidak benar misalnya    posisi buang air  besar yang salah dan makan makanan yang kurang serat merupakan salah satu  penyebab dari hemoroid (Irawad, 2009). Hemoroid sering dianggap sebagai penyakit tumor anorectal yang tidak berbahaya walapun diagnosa tersebut merupakan contoh namun sering tidak tepat. Hemoroid merupakan  penyakit yang cukup sering terjadi walaupun patogenesisnya belum sepenuhnya dipahami tetapi peranan kerusakan penyangga pembuluh darah hipertrofi sfingter anus dan beberapa faktor pemburuk yang menyebabkan  peningkatan tekanan intrarektum mempunyai kontribusi untuk terjadinya hemoroid. Lingkaran setan berupa  protrusi pleksus hemorroid yang akan meningkatkan tekanan sfinkterani kemudian menambah kongesti aliran darah dan menambah besar hemoroid (Djumhana, 2003).   Tanda dan gejala dari hemoroid adalah perdarahan yang berwarana merah terang saat defekasi, nyeri akibat inflamasi dan edema yang disebabkan oleh trombosis (hemoroid eskternal) dan rasa gatal pada daerah anus (Darmawan dan Rahayuningsih, 2010). Penatalaksanaan hemoroiddektomi merupakan salah satu terapi bedah yang dipilih untuk  penderita yang mengalami keluhan menahun dan pada penderita hemoroid derajat 3 dan 4 tetapi terpai bedah juga dapat dilakukan pada penderita dengan  perdarahan berulang dan anemia yang tidak sembuh dengan cara terapi lainnya dan pada hemoroiddektomi dilakukan sayatan dan jahitan sehingga setelah operasi dapat menimbulkan nyeri yang terus menerus (Sjamsuhidajat dan Jong, 2004).    Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan  jaringan yang aktual dan potensial.  Nyeri adalah alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan kesehatan (Smeltzer dan Bare 2004).  Nyeri   dibagi   menjadi   dua,   yaitu   nyeri   akut   dan   kronis.    Nyeri   akut adalah   nyeri   seketika   yang biasanya datangnya tiba-tiba   dan bisanya  berkurang sejalan terjadinya  penyembuhan (Judha, 2012), menurut  Nanda (2009) memiliki awitan   yang   tiba-tiba   atau   lambat   dari   intensitas   ringan   hingga    berat   dengan akhir    yang   dapat   diantisipasi   atau   diprediksi   dan    berlangsung    4 Akadami Keperawatan Ngudi Waluyo   kurang 6 bulan. Adapun   alasan    pasien    post   hemoroiddektomi    bisa   terjadi   nyeri   akut   karena adanya   rangsangan   mekanik    atau   kimia    pada   daerah   kulit diujung-ujung   syaraf bebas yang disebut nosireseptor (Judha, 2012). Berdasarkan hasil observasi di RSUD Ambarawa terdapat beberapa  pasien dengan post operasi hemoroiddektomi dan salah satunya yaitu Tn. A yang mengatakan nyeri yang seperti ditusuk tusuk dan terasa sakit pada saat istirahat dan duduk.  Nyeri pada pasien post Hemoroiddektomi harus dikelola agar tidak timbul nyeri akut lagi dengan terapi hindari obstipasi dengan makan makanan berserat dan harus ditangani hati-hati secara nkonservatif yang apabila tidak dikelola akan menimbulkan tekanan darah meningkat dan otot menegang (Judha, 2012). Penulis saat melakukan praktek keperawatan diberbagai rumah sakit, sebagian besar pasien dengan tindakan  pembedahan mengakibatkan munculnya masalah nyeri dan selama pengelolaan di RSUD Ambarawa, penulis menjumpai pasien dengan post operasi hemoroiddektomi hari ke I dengan keluhan nyeri pada Tn. A didukung oleh data subyektif “Pasien  mengatakan nyeri dubur pada bagian yang habis dioperasi, nyeri terasa tertusuk tusuk, skala nyeri 8 nyeri yang dirasakan hilang timbul ” dan data obyektif “  Pasien tampak meringis kesakitan”.  Berdasarkan data-data di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan  pengelolaan yang ditujukan dalam  penulisan Karya Tulis Ilmiah dengan  judul “ Pengelolaan rasa nyaman nyeri dengan poat operasi hemoroidektomi atas indikasi hemoroidn pada Tn. A Di   Ruang Melati RSUD Ambarawa. METODE PENGELOLAAN Metode yang digunakan adalah memberikan pengelolaan berupa  perawatan pasien dalam memenuhi kebutuhan pencegahan nyeri. Pengelolaaan ini dilakukan selama 3 hari pada Tn. E. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, pengkajian primer dan sekunder. KESIMPULAN Pada BAB ini penulis akan menyimpulkan mengenai asuhan keperawatan pada pasien Tn. A dengan Post Operasi hemoroidektomi di ruang melati RSUD Ambarawa.
Related Documents
View more...
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x