Documents

14 pages
17 views

1419-3110-1-SM

Please download to get full document.

View again

of 14
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
fgf
Transcript
  Mengukur Efektivitas Social Media …… (Kuspuji Catur Bagus Wicaksono) 551   MENGUKUR EFEKTIVITAS SOCIAL MEDIA BAGI PERUSAHAAN Kuspuji Catur Bagus Wicaksono Management Department, School of Business Management, BINUS University Jln. K. H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat 11480 gundamocil12@yahoo.com ABSTRACT  Enterprises have a new tool in conducting marketing activities to reach more targeted consumers, which is social media. Social media provides a wide range of alternatives for entrepreneurs and companies in conducting marketing activities, which has more interaction and more social to consumers. However, in doing so it is not carelessly, because it must take into consideration the use of measurement and the benefits that would be obtained by using social media. Recently, there are many existing measurements. However, along with the development of the information technology, means to do marketing have to develop also.  Keywords:  social media, Internet marketing, viral marketing, integrated marketing communication   ABSTRAK Perusahaan bisnis mempunyai sarana yang baru dalam melakukan kegiatan pemasaran untuk mencapai lebih banyak konsumen yang dituju, yaitu Social Media. Social media memberikan berbagai macam alternatif bagi entrepreneur dan perusahaan dalam melakukan kegiatan pemasaran, yang lebih berinteraksi dan lebih sosial kepada konsumen. Akan tetapi dalam melakukannya tidak sembarang, karena harus mempertimbangkan pengukuran penggunaan dan manfaat yang akan diperoleh dengan menggunakan social media. Untuk sementara sudah banyak cara pengukuran yang ada. Namun, seiring dengan perkembangan dari sisi teknologi informasi, cara untuk melakukan pemasaran juga harus mengalami perkembangan.  Kata kunci:  social media, Internet marketing, viral marketing, integrated marketing communication  552   INUS USINESS REVIEW  Vol. 4 No. 1 Mei 2013: 551-564    PENDAHULUAN Perusahaan menggunakan kreativitas untuk menghasilkan atau mengelola sesuatu menjadi  bernilai ekonomis. Bernilai ekonomis karena mempunyai calon pelanggan yang akan membeli baik  berupa produk atau jasa yang diciptakan. Tentunya bagi pelanggan atau konsumen untuk dapat membelinya, perusahaan terlebih dahulu harus memasarkan produk atau jasa tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar calon pelanggan atau konsumen mengetahui keberadaan dari produk atau jasa tersebut. Langkah pemasaran yang dapat dilakukan baik dari hal yang paling sederhana seperti pembuatan dan  penyebaran media brosur atau pamflet ke lingkungan masyarakat dengan harapan dari berlembar-lembar brosur dan pamflet tersebut akan menarik perhatian dan keingintahuan calon konsumen atau  pelanggan. Akan tetapi dengan menggunakan cara ini hanya akan menjaring konsumen di tempat  brosur atau pamflet tersebut disebarkan. Padahal potensi calon konsumen atau pelanggan tidak hanya di sekitar lingkungan tempat usaha entrepeneur   tersebut dibuka. Jangkauan daerah potensi konsumen  juga bisa lebih luas lagi, dan terkadang daerah yang di luar penyebaran pamflet merupakan konsumen atau pelanggan potensial. Untuk menjaring konsumen/calon konsumen, perusahaan mempunyai pilihan dengan menyebarkan brosur atau pamflet juga, namun hal tersebut akan menambah biaya pemasaran. Perusahaan mempunyai pilihan lain yaitu dengan menggunakan media elektronik; media tersebut adalah Internet. Dengan menggunakan media Internet, pemasaran akan lebih langsung menuju calon konsumen atau pelanggan yang dituju. Para calon konsumen/calon pelanggan bisa mendapatkan informasi lebih dengan menggunakan Internet dibandingkan menggunakan media elektronik atau cetak lainnya. Maka dari itu, perusahaan dalam menjaring baik konsumen dan calon konsumen atau  pelanggan baru dapat menggunakan media elektronik berupa sosial media dalam melakukannya. Landasan Teori  Brand   atau merek menurut Asosiasi Pemasaran Amerika (Mohammed, 2002:508) adalah: “  A name, term, sign, symbol, or design or a combination of them, intended to identify the goods or services of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of competitors .”   Atau dengan kata lain, brand   atau merek adalah nama, istilah, tanda, simbol atau gabungan dari semuanya,  berguna untuk mengidentifikasi sesuatu produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dengan  pesaingnya.  Brand   atau merek merupakan janji dari penjual untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan yang telah ditetapkan. Makin bagus brand   atau merek, maka makin bagus kualitas garansi maupun pelayanannya.   Aaker dan Joachimsthaler (Mohammed, 2002:545) mengatakan bahwa situs Internet merupakan bagian yang signifikan dalam program brand-building , karena dapat mengomunikasikan informasi, association , dan keuntungan dari aspek lain strategi brand  . Salah satu kunci manfaat dari situs Internet dibandingkan lainnya adalah lingkungan yang terkendalikan. Konsumen memilih untuk masuk ke dalam situs tersebut dengan mengklik link   atau secara tidak langsung melalui web link  . Mereka juga dapat memilih tujuan dari lama waktunya di situs tersebut, dan mereka lebih terlibat dengan proses dan pesan dari suatu brand  .  Brand Equity  adalah kombinasi dari tanggapan dan manfaat dari konsumen, kombinasi aset yang dapat dilihat dari pandangan konsumen dan perusahaan. Hubungan antara kinsmen dan brand, yang di dalamnya konsumen dapat mengevaluasinya secara berbeda dengan brand   lainnya, juga sekumpulan aset atau piutang yang konsumen nilai.  Brand Identity  menurut Aaker (1996:68) adalah sekumpulan brand association  yang unik untuk membuat atau memelihara brand   tersebut dilakukan oleh para brand strategist  . Asosiasi ini  Mengukur Efektivitas Social Media …… (Kuspuji Catur Bagus Wicaksono) 553   menggambarkan kesan yang dibawa oleh suatu brand   dan janji yang akan diberikan entrepreneur   atau  perusahaan kepada konsumen. Identitas dari suatu brand   memberikan petunjuk, tujuan, dan maksud dari brand   tersebut.  Brand identity  dapat membantu dalam hubungan antara brand   itu sendiri dengan konsumennya melalui manfaat yang diberikannya. Sehingga untuk menyampaikan brand   tersebut ke konsumen, Social Media  bagi entrepreneur   dilatarbelakangi perubahan teknologi dan perilaku individu, organisasi. Mengubah cara pendekatan entrepreneur dalam melakukan pemasaran terhadap usahanya sehingga untuk dikenal lebih detail oleh  para konsumen. Social media  (Wikipedia, 2013) adalah sarana untuk berinteraksi antara individu tempat mereka menciptakan, berbagi, bertukar, dan memberikan komentar terhadap satu dengan lainnya di dalam lingkungan dan jaringan maya. Andreas Kaplan dan Michael Hanelein (2010) mendefinisikan Social media  adalah sekelompok aplikasi dengan berbasis Internet yang diciptakan menggunakan ideologi dan teknologi dari Web 2.0, dan memperbolehkan penciptaan dan pertukaran konten yang dibuat oleh user  . Social media  menggunakan mobilitas dan teknologi berbasis web untuk menciptakan sebuah media yang interaktif tempat individu dan komunitas dapat berbagi, menciptakan, mendiskusikan, dan memodifikasi konten tersebut. Hal ini memperkenalkan dan mengubah cara  berkomunikasi antara organisasi, komunitas dan individu. Menurut Safko dan Brake (2009), social media  mengacu pada kegiatan dan perilaku di kalangan komunitas orang-orang yang bertemu secara online untuk berbagi informasi, pengetahuan dan pendapat menggunakan media percakapan. Media percakapan adalah aplikasi berbasis web yang memungkinkan dengan mudah membuat dan mengirimkan konten dalam kata-kata, gambar, video dan audio. Menurut Solis dan Breakenridge (2009:xvii), social media  adalah kebebasan informasi dan  pergeseran peran orang dalam proses membaca dan menyebarkan informasi yang didukung oleh teknologi web 2.0. Social media  memberdayakan masyarakat untuk menjadi penyebar informasi. Social media  merupakan pergeseran penyebaran informasi dari mekanisme broadcast   ( one to many ) menjadi mekanisme many to many . Menurut Mayfield (2008), social media  paling baik dipahami sebagai suatu kelompok baru dari online media, yang sebagian besar memiliki karateristik sebagai  berikut: (1) Participation & Engagement  , social media  mendorong kontribusi dan umpan balik dari semua orang yang tertarik. Hal ini mengaburkan batas antara media dan audiens. (2) Openness , sebagian besar layanan social media  terbuka untuk menerima umpan balik dan partisipasi. Media social mendorong suara/voting, komentar, dan berbagai informasi. Terdapat sedikit hambatan untuk mengakses dan membuat konten, bahwa konten tersebut dilindungi dengan  password   dari pengguna. (3) Conversation,  bila tradisional media berbicara tentang komunikasi broadcast   (konten yang ditransmisikan atau didistribusikan kepada audiens), social media  berbicara tentang komunikasi yang lebih baik, yaitu menggunakan metode percakapan komunikasi 2 arah. (4) Community ; Social media  memungkinkan komunitas untuk terbentuk dengan cepat dan dapat berkomunikasi dengan efektif. Komunitas dapat berbagi minat yang sama, seperti pencinta fotografi, olahraga, atau sebuah acara tv favorit. (5) Connectedness ; social media  berkembang karena keterhubungan mereka satu dengan lain dengan cara memanfaatkan link   yang mengarahkan untuk berpindah ke sumber website  yang lain. Website social media  mampu mengakomodasi keinginan pengguna untuk berinteraksi secara interaktif dan berpartisipasi pada yang mereka minati atau geluti. Karena kelebihan cara  berkomunikasi yang interaktif serta jangkauan global yang dimiliki social media , saat ini banyak  perusahaan baik nasional maupun multinasional memanfaatkan social media  untuk melakukan komunikasi pemasaran produk/jasa yang dijual kepada para pelanggan. Interaktivitas menumbuhkan arti baru ketika hal itu diterapkan melakui teknologi web 2.0 dan social media  sebagai dialog konsumen dan perusahaan sehingga menjadi lebih aktif dan interaktif (Ivanauskas, 2009). Armano (2008) berpendapat bahwa social media  melampui pemasaran interaksi antara komputer-manusia dan  554   INUS USINESS REVIEW  Vol. 4 No. 1 Mei 2013: 551-564    memperkenalkan interaksi manusia ke manusia yang dilakukan melalui saluran online Social media  dan menghasilkan konten baru tentang perusahaan (blogging, komentar, jejaring sosial, dan lain-lainnya). Zarrella (2010:3) berpendapat bahwa social media  mempunyai banyak bentuk, namun untuk tujuan pemasaran terdapat 8 macam bentuk social media  yang paling banyak digunakan yaitu: Pertama, Blog; adalah website yang isinya berupa tulisan-tulisan yang merupakan opini dari pemilik  blog. Biasanya blog disajikan berurutan berdasarkan tanggal. Tulisan terbaru yang dibuat, dimunculkan di paling atas. Ciri lain dari blog adalah adanya komentar. Pembaca blog bisa memberikan tanggapan terhadap isi tulisan. Penulis blog bisa memberikan balasannya pula di bagian komentar itu. Mulai populer pada 1999, ketika situs LiveJournal dan Blogger diluncurkan. Pengguna  bisa mendaftar ke salah satu situs penyedia layanan blog dan memluai membuat blog sendiri secara gratis dan tanpa memerlukan kemampuan teknis yang tinggi (Chandra, 2012). Adapun karakteristik dari suatu Blog adalah sebagai berikut. (a) Posts , blog terbuat dari  posting yang dilakukan oleh pengguna, bisa terdiri dari 100 kata, 200 kata atau lebih untuk membentuk beberapa halaman. Untuk efektif harus mengacu pada satu topik tertentu dan konsistensi  juga kualitas dari posting. (b) Permalinks , setiap posting di blog bisa dilihat dari berbagai tempat termasuk halaman home, halaman kategori, dan archive. Halaman ini dihasilkan secara dinamis sehingga setiap posting baru akan muncul pada baris atau halaman pertama dalam blog tersebut. (c) Comments , pengguna dapat meninggalkan komentar. Komentar tersebut untuk membangun sebuah komunitas dan mendapatkan umpan balik. (d) Themes , memperbolehkan penggunanya untuk menyesuaikan tampilan situs melalui penggunaan tema. Blog yang memiliki tema yang unik akan membuat blog tersebut semakin populer, yang merupakan hal penting untuk membangun sebuah citra. (e)  Archive and Category Pages , posting ditampilkan dalam urutan kronologis terbalik, biasanya hanya 10 atau 20 posting yang paling baru akan muncul pada halaman home suatu blog berdasarkan hari, minggu atau bulan. (f)  Blogroll , daftar link   ke blog lainnya yang direkomendasikan oleh pembuat  blog tersebut. (g) Trackbaks or Pingbacks ; aplikasi blog yang mengirimkan trackbacks  atau  pingbacks  ketika pemilik blog menghubungkan blognya dengan blog lainnya. (h) Subscription, adalah suatu sistem sindikasi yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan update  terbaru dari situs-situs favorit mereka secara otomatis. (i) Hosted vs Self-Hosted; hosted adalah blog yang berada pada server   dimiliki oleh penyedia aplikasi blog. Sementara Self-hosted   adalah blog yang dijalankan dengan cara menyewa hosting  sendiri. Kedua, Microblog, merupakan bentuk dari blog yang membatasi ukuran setiap posting, misalnya update Twitter hanya dapat berisi 140 karakter. Keterbatasan ini telah melahirkan seperangkat fitur dan perilaku yang sepenuhnya unik untuk media, digunakan oleh banyak perusahaan karena mudah digunakan, hanya memerlukan investasi waktu yang sangat sedikit, dan terbukti dapat dengan cepat menyebarkan informasi, penjualan dan wawasan pelanggan. Perusahaan dapat menggunakannya untuk melakukan penawaran atau peristiwa, dan mempromosikan posting baru dalam blog. Ketiga, Social Networks, adalah sebuah situs tempat individu dapat terhubung dengan teman-teman yang dikenalnya secara offline dan online ataupun dengan teman-teman yang hanya dikenal secara online saja. Media ini menjadi topik yang hangat bagi para pemasar, karena social networks hadir dengan sejumlah peluang untuk berinteraksi dengan pelanggan termasuk plug-in aplikasi, groups, dan fanpage. Keempat, Media-Sharing Sites, sebuah situs berbagi media yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengunduh konten multimedia. Dengan munculnya kemudahan dalam menggunakan kamera digital dan camcorder serta koneksi Internet berkecepatan tinggi, situs media-sharing telah menjadi sangat popular. Pemasar dapat membuat video dengan keahlian yang sangat kecil dan mengunduhnya ke situs seperti YouTube untuk menjangkau jutaan pengguna. Walaupun
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x